-->
  • Jelajahi

    Copyright © News Krinkz
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Menu Bawah

    Anak ku tercinta Nanti kau akan paham, kenapa harus masuk pondok pesantren?

    Selasa, 09 Juni 2020, 18:15 WIB Last Updated 2020-08-08T22:46:50Z
    Diki Wahyudi (Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Pondok Pesantren Al-Bustaniyah Cilegon Banten)

    Mungkin sebagian orang awam mendengar nama Pondok Pesantren itu menakutkan. Bahkan ketika ada anak yang sulit untuk diatur, orang tua akan langsung mengancam dengan memasukan mereka ke Pondok Pesantren, seakan-akan tempat tersebut merupakan penjara bagi anak-anak nakal, padahal sejatinya tidaklah demikian.

    Pondok pesantren bukan tempat dan wadah bagi anak-anak yang nakal akan tetapi pondok pesantren adalah tempat dimana seseorang yang ikhlas untuk dibina dan di didik oleh para gurunya dan merubah dirinya menjadi lebih baik lagi, yakni dengan cara binaan, bimbingan, nasihat-nasihat dari para ustdznya dan ilmu yang membawa mereka mengerti tentang kebaikan-kebaikan.

    Bahkan di pondok pesantren memikili sistem terpadu dan 24 jam non-stop untuk membentuk Akhlak dan kecerdasan para santri.

    Ibadah terjaga Orang Tua bahagia


    Di Pondok Pesantren tidak sekedar sholat lima waktu serta ibadah sunnah lainnya, akan tetapi dapat terjaga sholat berjama’ah yang mana berjalan dan terprogram dengan baik.

    Insan Berakhlak Mulia


    Pondok Pesantren adalah lembaga yang ingin membentuk santri-santrinya menjadi insan yang siap mengarungi masa depan yang lebih baik, Pesantren merupakan ajang pelatihan untuk membiasakan berbuat amal kebaikan seperti, Pengajian Qur’an/ Kitab Kuning, Adab sopan santun, Puasa Senin kamis, dan tolong menolong agar nanti ketika sudah terbiasa dan pulang ke masyarakat akan membiasakan prilaku baik.


    Santri akan Terhindar dari pergaulan yang tidak baik


    Melihat kehidupan anak remaja saat ini membuat kita sangat prihatin, pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, perjudian, perkelahian, dan hal-hal lain yang sangat merugikan masa depan mereka. Seandainya orang tua mengerti akan manfaat menempatkan anak di pesantren tentu tidak akan segan-segan membawa mereka kesana.

    Berpotensi jadi Multitalenta


    Hingga saat ini masih ada beberapa masyarakat yang memahami bahwa santri itu harus jadi penceramah, khatib, guru ngaji dan semacamnya. Padahal sejatinya santri tetaplah santri, apapun profesi yang ia tekuni, apapun bakat dan skill yang tumbuh dalam dirinya sejak dini. Santri bisa menjadi pribadi yang fleksibel dalam memilih aktivitas. Mereka bisa memilih menjadi Ustadz/Ustdzah, guru/dosen, hakim, mentri, polisi, tentara, penguasaha, supir bahkan Presiden. Karna bagaimanapun para santri dibekali dengan nilai-nilai yang ditanamkan oleh para kiyai.
    Jadi para santri mampu menjadi apa saja dan berkiprah dimana saja.

    Di pesantren perempuan akan terbiasa memakai jilbab


    Jilbab melindungi wanita dari pandangan jahat penyebab fitnah, ketika seorang perempuan mengenakan jilbab. Ia akan akan mendapat kemuliaan dan kehormatan, dan tidak akan ada orang yang berani mengganggu menyentuhnya.

    Menjadi penghafal Al-Qur’an


    Dengan menjadi penghafal Qur’an dan mengamalkan nilai-nilai yang ada di dalamnya, seorang anak yang berada di pondok pesantren diharapkan menjadi pribadi yang patuh terhadap orang tua, guru dan perintah Agama.
    Siapa yang tidak ingin anaknya menjadi penghafal Al-Qur’an, bahkan seorang penjahat pun ingin anaknya bisa mengaji Al-Qur’an. Di hari akhir nanti Al-Qur’an akan menjadi syafaat bagi orang yang slalu membaca/ menghafalnya, bahkan, untuk orang tua yang anaknya merupakan penghafal Qur’an. Maka orang tuanya akan di pakaikan mahkota kemuliaan, penghafal Qur’an akan menjadi keluarga Allah SWT.


    Artikel ini merupakan hasil kerja sama antara PT Harian Krinkz Media Network dan   dikiwahyudiansor98.blogspot.com.
    HARIANKRINKZ.COM tidak bertanggung jawab terhadap isi, foto maupun dampak yang timbul dari tulisan ini. Mulai menulis sekarang.
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini